Sunday | Feb 18, 2018

January 27, 2017

Terbukanya Pintu ke Industri Animasi Indonesia


Bagi para insan kreatif di tanah air khususnya di Bali pasti sering berpikir, dimana peluang kerja nanti setelah lulus jika ingin menjadi seorang animator.

Apakah industri animasi di Indonesia sudah berkembang untuk kemudian memutuskan masuk jurusan DKV dan menekuni animasi?

Pertanyaan ini dijawab oleh Bapak Daniel Harjanto S. disebuah acara workshop animasi. Beliau selaku technical director Bali Animasi Solusi Ekakarsa (BASE) menerangkan, bahwa peluang kerja di industri animasi Indonesia sudah terbuka. Indonesia dengan SDM nya luar biasa diyakini mampu untuk terjun ke industri animasi dan menjadikan sektor ini sebagai penyerap tenaga kerja di industri kreatif. Sempat berdiskusi dengan STD Bali dan New Media, Bapak Putu Sudiarta dari Bamboomedia juga menambahkan kalau industri animasi di Bali sedikit demi sedikit mulai memperlihatkan sinyal positif. Permintaan pasar yang meningkat membuat animasi perlu diperhitungkan sebagai peluang kerja baru bagi para mahasiswa yang memang bercita-cita atau berkeinginan untuk menjadi seorang animator.  

Tetapi menjadi seorang animator bukanlah pekerjaan mudah. Kecintaan kita dengan animasi tidak kemudian menjadikan kita sebagai seorang animator. Begitulah kira-kira hal yang sempat disampaikan oleh Woody Woodman seorang storyboard artist yang pernah menjadi bagian dari keluarga Walt Disney. Sempat berbagi ilmunya mengenai proses pembuatan storyboard, Woody yang sempat kami jumpai ketika menjadi narasumber di sebuah acara workshop juga menyampaikan bahwa modal utama untuk menjadi seorang animator handal adalah disiplin.

(Woody Woodman bersama dosen & mahasiswa STD Bali)

Seorang animator harus konsisten dalam mengasah kemampuannya dan terus berkarya. Woody juga Ikut terlibat di penggarapan film animasi seperti Brother Bear (2003), Mulan (1998) and Tarzan (1999),

(Film animasi Mulan)

(Film Animasi Bear Brother)

Woody menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai seorang animator antara lain adalah:

  1. Foundation of drawing and design.
  2. Story structure / character development.
  3. Cinematography / film language.
  4. Acting and performance.
  5. Principles of animation. 

Kelima hal tersebut hanyalah garis besar dari sekian banyak aspek yang mempengaruhi penggarapan sebuah storyboard. Jadi jika kalian ingin menjadi seorang animator, mulailaih dari sekarang untuk terus latihan dan disiplin ya!

(teks: Vera/ foto: Vera, Angga Dwi Astina)

 



STD BALI BEKERJA SAMA DENGAN

Universitas Budi Luhur
ISI Denpasar
Catholic University of Daegu
Hanbat National University
Sunchon National University
Sun Moon University
Jeonju University
NIIT